BLITAR – Menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, pesisir selatan Kabupaten Blitar berubah menjadi lautan semangat pengabdian. Sebanyak 1.300 relawan dan pejuang Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang tergabung dalam NU Care–LAZISNU se-Kabupaten Blitar berkumpul di Pantai Serang, Kecamatan Panggungrejo, untuk mengikuti gelaran Muharrik Camp Hari Santri Nasional 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (25–26 Oktober 2025) ini, bukan sekadar ajang berkumpul biasa. Mengusung tema besar “Santri Bergerak, NU Mengabdi, Indonesia Berdaya”, acara ini dirancang sebagai momentum konsolidasi akbar bagi para “Muharrik” (penggerak) filantropi di tingkat akar rumput.

Memperkuat Ujung Tombak Filantropi NU
Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Blitar menegaskan bahwa keberadaan Unit Pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) di tingkat kecamatan hingga desa adalah kunci keberhasilan program sosial Nahdlatul Ulama. Para relawan inilah yang setiap hari bersentuhan langsung dengan mustahik (penerima manfaat) dan muzakki (pemberi zakat).
“Muharrik Camp ini tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang konsolidasi gerakan, penguatan nilai perjuangan santri, serta peneguhan komitmen relawan NU Care–LAZISNU untuk terus mengabdi kepada umat dan bangsa,” ungkapnya di sela-sela pembukaan acara.
Ia menambahkan bahwa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, relawan dituntut tidak hanya memiliki niat yang ikhlas, tetapi juga kapasitas manajerial yang profesional agar kepercayaan masyarakat terhadap lembaga filantropi NU tetap terjaga.

Rangkaian Kegiatan: Dari Refleksi hingga Aksi
Untuk menjaga antusiasme ribuan peserta, panitia menyusun rangkaian agenda yang memadukan unsur edukasi, spiritualitas, dan kegembiraan (fun gathering):
-
Perkemahan Relawan: Membangun kemandirian dan kedekatan antar pengurus dari berbagai wilayah.
-
Sarasehan Kelembagaan: Ruang diskusi strategis mengenai Standard Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan ZIS yang transparan dan akuntabel.
-
Refleksi Hari Santri Nasional: Menghidupkan kembali memori sejarah Resolusi Jihad dan mengontekstualisasikannya dalam kerja-kerja kemanusiaan saat ini.
-
Kegiatan Fisik & Rekreasi: Senam pagi bersama di bibir pantai dan outbound ringan untuk melatih kekompakan tim (team building).
Menghidupkan Spirit “Santri Bergerak”
Lokasi Pantai Serang dipilih bukan tanpa alasan. Suasana alam yang terbuka diharapkan mampu memberikan kesegaran pikiran bagi para relawan setelah setahun penuh berkhidmat di masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi simbol bahwa semangat santri harus hadir di mana saja, termasuk dalam menjaga kedaulatan ekonomi umat melalui zakat dan sedekah.
Melalui Muharrik Camp ini, PCNU Kabupaten Blitar optimis akan lahir kader-kader penggerak yang lebih militan dan responsif. Targetnya jelas: NU Care–LAZISNU harus menjadi lembaga yang paling depan dalam memberikan solusi atas permasalahan kemiskinan, kesehatan, dan pendidikan di Kabupaten Blitar.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk terus meningkatkan layanan filantropi yang amanah dan berkelanjutan, memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh umat dapat tersalurkan secara tepat sasaran demi mewujudkan Indonesia yang lebih berdaya.

![]()







