NU Care-LAZISNU adalah wajah baru dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) yang menjadi pintu bagi masyarakat global untuk mengenal filantropi Nahdlatul Ulama. Sebagai lembaga nirlaba milik perkumpulan NU, NU Care-LAZISNU bertujuan untuk berkhidmat dalam rangka membantu kesejahteraan dan kemandirian umat, serta mengangkat harkat sosial dengan mendayagunakan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan dana sosial-keagamaan lainnya (DSKL).
Filosofi kami berakar pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah, yang menekankan pada prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), dan i’tidal (adil). Melalui pengelolaan dana ZISWAF yang profesional, kami berupaya mewujudkan keadilan sosial dan menjadi jembatan kepedulian antara para donatur (muzakki) dengan mereka yang membutuhkan (mustahik).
Perjalanan kami adalah bukti nyata dari komitmen jangka panjang untuk melayani umat, beradaptasi dengan zaman, dan terus berinovasi demi kemaslahatan.
2004: Amanat Muktamar NU ke-31
Di tengah dinamika sosial-ekonomi awal tahun 2000-an, Muktamar NU ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, mengamanatkan pendirian sebuah lembaga khusus untuk mengelola potensi filantropi warga Nahdliyin secara terstruktur. Maka lahirlah LAZISNU, dengan amanah awal kepada Prof. Dr. H. Fathurrahman Rauf, M.A., untuk meletakkan fondasi kelembagaan.
Langkah awal LAZISNU diperkuat dengan pengakuan resmi dari negara. Melalui SK Menteri Agama RI No. 65/2005, LAZISNU mendapatkan legitimasi yuridis-formal untuk menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah dari masyarakat luas, sebuah tonggak penting yang menandai dimulainya kiprah LAZISNU secara nasional.
Pada Muktamar NU ke-32 di Makassar, estafet kepemimpinan dilanjutkan. Amanah diserahkan kepada KH. Masyhuri Malik untuk menakhodai PP LAZISNU periode 2010-2015, dengan fokus pada penguatan konsolidasi organisasi di tingkat wilayah dan cabang.
Berdasarkan SK PBNU, kepengurusan PP LAZISNU masa khidmat 2015-2020 diketuai oleh Syamsul Huda, SH. Periode ini menjadi awal dari persiapan transformasi lembaga menuju era yang lebih modern.
Tahun 2016 menjadi titik balik yang signifikan:
Rebranding menjadi NU Care-LAZISNU: Bukan sekadar perubahan nama, ini adalah penegasan identitas sebagai lembaga filantropi yang peduli (care), modern, dan terbuka untuk bersinergi di tingkat global.
Pengakuan sebagai Laznas: Status sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Nasional melalui SK Menteri Agama RI No. 255 Tahun 2016 memperluas jangkauan operasional dan penghimpunan dana.
Adopsi ISO 9001:2015: Untuk menjamin mutu layanan dan manajemen, NU Care-LAZISNU menerapkan standar internasional dengan komitmen MANTAP (Modern, Akuntabel, Transparan, Amanah, dan Profesional).
4 Pilar Program: Fokus program dipertajam ke dalam 4 pilar utama (Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Kebencanaan) untuk memastikan dampak yang lebih terukur.
Gerakan KOIN NU: Gerakan Kotak Infak (KOIN) NU diresmikan secara nasional. Inisiatif akar rumput ini terbukti menjadi salah satu tulang punggung penghimpunan infak yang paling masif dan partisipatif.
Penguatan Amil: Kapasitas pengelola zakat (amil) ditingkatkan secara sistematis melalui Madrasah Amil dan penguatan sinergi dalam bendera NU Peduli untuk respons bencana.
Di bawah kepemimpinan Achmad Sudrajat, Lc., M.A., inovasi terus digalakkan:
9 Saka Program “Kampung Nusantara”: Program diperluas menjadi 9 pilar yang lebih komprehensif, dengan tujuan membangun kemandirian komunitas dari berbagai aspek.
Digitalisasi dan Profesionalisme: Penghimpunan dana dioptimalkan melalui platform crowdfunding NUcare.id. Upaya profesionalisasi amil diperkuat dengan Sertifikasi Profesi Amil yang bekerja sama dengan BNSP.
Dampak Nyata: Program di periode ini berhasil mengentaskan kemiskinan bagi sekitar 140.000 jiwa dan melahirkan unit usaha produktif.
Memasuki dekade baru, NU Care-LAZISNU berada dalam fase “tinggal landas”, yang ditandai dengan:
Pertumbuhan Signifikan: Pengelolaan dana ZIS dan DSKL menunjukkan pertumbuhan optimis mencapai 80-100%, menandakan kepercayaan publik yang semakin meningkat.
Menjadi Rujukan: NU Care-LAZISNU diposisikan sebagai percontohan pengelolaan zakat dunia yang berbasis organisasi kemasyarakatan (Ormas).
Respons Pandemi: Terlibat aktif sebagai garda terdepan dalam penanganan pandemi melalui Tim Satgas NU Peduli Covid-19.
Hingga kini, NU Care-LAZISNU telah memiliki jaringan pelayanan yang solid di 29 negara, tersebar di 34 provinsi dan 376 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, didukung oleh lebih dari 10 juta relawan.
Kepercayaan Anda adalah amanah terbesar bagi kami. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya menjadi lembaga yang kredibel dengan sistem pencatatan, pengelolaan, dan penyaluran yang selalu berpegang teguh pada prinsip akuntabel, transparan, amanah, dan profesional. Laporan donasi yang terpublikasi secara berkala dan amil yang tersertifikasi adalah bagian dari wujud komitmen kami kepada para donatur dan masyarakat luas.
Jadilah orang pertama yang mengetahui laporan penyaluran donasi, info tanggap bencana, dan peluang ladang pahala terbaru dari NU Care-LAZISNU Kabupaten Blitar.
Dapatkan update eksklusif langsung ke WhatsApp Anda.
Data Anda 100% aman. Kami tidak akan mengirimkan spam.